Back

kunjungan ADF -MIDI (Australian Defense Force -Malaria and Infectious Disease Institute)

kunjungan ADF -MIDI (australian defense force -malaria and infectious disease institute) ke unhan untuk pembahasan kerjasama penelitian uji klinik malaria

 

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia mendapat kunjungan dari Professor G. Dennis Shanks dari Australia Defense Force Malaria and Infectious Disease Institute berlokasi di MBRC (Medical Biodefense Research Center) pada Rabu, 1 November 2023. Profesor G. Dennis Shanks  merupakan seorang seorang praktisi medis dengan spesialisasi penyakit menular, khususnya difteri, meningitis meningokokus, dan malaria. Kunjungannya tersebut bertujuan melanjutkan rencana kerja sama yang lebih mendalam dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu kesehatan dalam dunia penelitian malaria sekaligus meresmikan MBRC sebagai suatu tempat terpadu untuk riset berhubungan dengan agen-agen biologis yang dapat mengancam keamanan nasional.

Dalam kunjungannya, Profesor G Dennis Shanks ditemani oleh Dekan FKIK Mayor Jenderal TNI dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K),FIHA, M.M.R.S. beserta jajarannya membahas mengenai rencana penelitian bersama yang akan melibatkan kolaborasi antara kedua lembaga, dengan fokus pada penelitian-penelitian mendalam dalam dunia malaria serta penyakit infeksi lainnya. Hal terpenting dan menjadi fokus utama kunjungan ini adalah peresmian Medical Biodefense Research Center sebagai lokasi penetian akan dilaksanakan. Dalam kunjungan tersebut Professor G. Dennis Shanks melihat serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa kedokteran membahas hasil penelitian kadet mahasiswa mengenai malaria dan penyakit infeksi lainnya dalam bentuk poster ilmiah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi ruangan dalam MBRC untuk menilai kelayakan pelaksanaan penelitian kedepannya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi langkah awal dalam kerjasama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dengan Australia Defense Force Malaria and Infectious Disease Institute, tetapi juga menggairahkan semangat kolaborasi yang akan membawa dampak positif dalam penelitian mengenai malaria dan agen-agen biologi berbahaya di masa depan.